Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Rupiah diperkirakan akan Melemah Lagi

Gambar
Monitor kini . Kondisi Rupiah pada hari ini telah kembali melemah. Belum adanya kejelasan upaya mengurangi gejolak ekonomi dan politik di Italia memberikan imbas negatif pada eoro yang dapat berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah. “Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut. Namun tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah,” ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/10/2018). Menurut Reza, rupiah diperkirakan akan bergerak kisaran Rp14.100-Rp15.029/USD. Sementara itu dengan adanya imbas kenaikan USD seiring dengan pelemahan euro pasca kondisi ekonomi dan politik yang kembali bergejolak membuat laju rupiah terpaksa tidak mampu melanjutkan kenaikannya. “Bahkan pelemahan rupiah kali ini dinilai sejak tahun 1998 dan memimpin pelemahan dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara-negara berkembang lainnya,” pungkasnya.

Investor Beralih Ke Suku Bunga Saat Wall Street Terus Menurun

Gambar
Liputan digital . Posisi Wall Street saat ini terus merosot dalam sesi perdagangan, Kamis (11/10/18) waktu setempat di saat kekhawatiran investor terkait kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) alias Fed rate. Kondisi ini ditambah situasi perang dagang antara AS versus China bagian dari salah satu yang membuat  perhatian serius menjelang musim laporan pendapatan kuartalan perusahaan. Pada hari keenam berturut-turut indeks S & P ditutup turun 2,1% setelah anjlok mencapai sebesar 3% pada perdagangan Rabu. Tapi pada sesi terendah indeks patokan jatuh 2,7% ke tingkat terendah sejak awal Juli. Selanjutnya Nasdaq menghindari koreksi, dimana sepanjang sesi menyusut 10,3% dari Agustus. Investor khawatir bahwa pasar ekuitas akan memiliki kesulitan untuk pemulihan di tengah tren kenaikan suku bunga. Serta ketidakpastian tentang berapa banyak pertumbuhan pendapatan akan terpengaruh oleh perang Dagang antara Amerika Serikat dengan China. Dow Jones Industrial Aver...